Page 142 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 142

BAGIAN  II   121
                                                           Penganggaran

                Setelah Kementerian/Lembaga menyusun RKA-K/L berdasarkan
            pagu  anggaran dan alokasi yang  ditetapkan,  dilakukan  proses
            penelitian yang  dilaksanakan oleh Biro Perencanaan atau Unit
            Perencanaan  internal  masing-masing  K/L.  Penelitian  ini  bukan
            sekadar pemeriksaan administratif, melainkan merupakan bentuk
            validasi internal terhadap kualitas dokumen RKA yang telah disusun.
            Dalam praktiknya, penelitian dilakukan melalui verifikasi atas
            kelengkapan dokumen pendukung,  keakuratan isian program dan
            kegiatan, serta kesesuaian terhadap norma dan kaidah penganggaran
            yang berlaku, termasuk penerapan prinsip penganggaran berbasis
            kinerja dan keterpaduan dengan perencanaan.

                Hasil penelitian oleh unit perencanaan kemudian disampaikan
            kepada Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di lingkungan
            K/L yang bersangkutan untuk dilakukan reviu. Reviu yang dilakukan
            oleh APIP bertujuan untuk memberikan keyakinan terbatas (limited
            assurance) terhadap kepatuhan penerapan kaidah penganggaran dan
            memastikan bahwa dokumen anggaran telah disusun sesuai dengan
            prinsip akuntabilitas, efisiensi, dan efektivitas penggunaan anggaran.
            Reviu ini bersifat sistematis, menggunakan instrumen pengawasan
            internal, dan dilakukan pada tahap pra-penelaahan agar menjadi
            dasar perbaikan sebelum masuk ke tahapan lintas kementerian.

                Baik  proses  penelitian  oleh  unit  perencanaan  maupun  reviu
            oleh APIP dapat dilakukan secara bersamaan agar lebih efisien. Hasil
            dari kedua proses tersebut kemudian disampaikan kembali kepada
            satuan kerja atau unit eselon I terkait untuk dilakukan penyesuaian
            atas RKA-K/L  yang  telah  disusun.  Hal ini menunjukkan bahwa
            mekanisme kontrol mutu dokumen anggaran di internal K/L berjalan
            secara  berlapis,  mulai  dari  teknokratik  perencanaan  hingga  fungsi
            pengawasan  internal,  sebelum dokumen tersebut masuk ke  tahap
            koordinasi nasional.

                Setelah proses penelitian dan  reviu  selesai  dan RKA telah
            disesuaikan, tahapan selanjutnya adalah penelaahan terintegrasi
            yang  dikoordinasikan  oleh  Kementerian  Keuangan.  Penelaahan
            ini  dilakukan  dengan  pendekatan  dua  arah.  Di  satu  sisi,  Menteri
   137   138   139   140   141   142   143   144   145   146   147