Page 138 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 138

BAGIAN  II   117
                                                           Penganggaran

            2.4.  Proses Penyusunan RKA-K/L dan RKA-BUN

                Proses penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/
            Lembaga (RKA-K/L) serta Rencana Kerja dan Anggaran Bendahara
            Umum Negara  (RKA-BUN) merupakan  rangkaian  kegiatan  yang
            sistemik, terintegrasi, dan penuh ketelitian normatif dalam sistem
            pengelolaan keuangan negara (Lihat Gambar 2.2). Ia tidak sekadar
            menjadi  prosedur  administratif  tahunan,  melainkan  merupakan
            simpul utama dalam  rantai kebijakan fiskal nasional. Proses ini
            dimulai dari penyusunan pagu indikatif, berlanjut pada penetapan
            pagu  anggaran  dan  pagu  alokasi  anggaran,  hingga  bermuara  pada
            penyusunan  dan  pengesahan  Daftar  Isian  Pelaksanaan  Anggaran
            (DIPA) sebagai dasar legal pelaksanaan belanja negara. Keseluruhan
            tahapan ini diselenggarakan berdasarkan prinsip-prinsip efisiensi
            fiskal, keterpaduan perencanaan dan penganggaran, serta penguatan
            pendekatan berbasis kinerja.

                Pagu indikatif menjadi  tahap awal dan sekaligus penanda
            dimulainya proses penyusunan anggaran. Pagu ini disusun oleh
            Menteri Keuangan dan Menteri Perencanaan Pembangunan
            Nasional/Kepala  Bappenas dalam bentuk Surat  Bersama, dan
            didasarkan  pada kerangka  ekonomi makro serta  arah  kebijakan
            fiskal yang tertuang dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan
            Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF). Dalam menyusun pagu
            indikatif, digunakan basis angka dasar yang diperoleh dari prakiraan
            maju dan hasil evaluasi pelaksanaan anggaran tahun sebelumnya.
            Di dalamnya tercermin pemutakhiran terhadap parameter ekonomi,
            prioritas pembangunan nasional, serta usulan kegiatan baru baik dari
            inisiatif unit kerja maupun arahan Presiden. Proses pematangan pagu
            indikatif ini menjadi penghubung antara dokumen Rencana Kerja
            Pemerintah (RKP), Renstra dan Renja K/L, serta struktur RAPBN yang
            akan dikembangkan.
   133   134   135   136   137   138   139   140   141   142   143