Page 133 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 133

112    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            RKP, Renja K/L, serta pagu indikatif yang bersumber dari dokumen
            KEM-PPKF. Artinya, alokasi fiskal dalam APBN secara normatif harus
            menjadi refleksi dari prioritas yang sudah ditetapkan dalam RKP, dan
            bukan hasil lobi sektoral atau politik anggaran semata. Proses ini juga
            ditopang oleh sistem informasi perencanaan dan penganggaran yang
            terintegrasi, sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 2 huruf i PP 17/2017.
                Dengan demikian, sinkronisasi antara RKP dan APBN bukan hanya
            merupakan kewajiban prosedural dalam siklus keuangan negara, tetapi
            juga menjadi indikator kedewasaan fiskal dan konsistensi kebijakan
            pembangunan. Ketika keduanya berjalan  selaras,  maka efektivitas
            belanja negara meningkat, risiko budgetary misalignment menurun,
            dan prioritas pembangunan nasional dapat diwujudkan secara lebih
            akurat dan berdampak. Sebaliknya, kegagalan dalam mensinergikan
            RKP dan APBN dapat menyebabkan pemborosan  fiskal, tumpang
            tindih program, serta lemahnya akuntabilitas anggaran terhadap hasil
            pembangunan.

            2.2.  Renstra K/L, Renja K/L, dan Keterkaitannya dengan RKA-K/L
                Dalam arsitektur perencanaan dan penganggaran nasional,
            keberadaan dokumen perencanaan  sektoral kementerian/lembaga
            seperti  Rencana  Strategis  Kementerian/Lembaga  (Renstra  K/L)
            dan Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (Renja K/L) memainkan
            peran  sentral  sebagai penghubung antara dokumen perencanaan
            nasional dan penyusunan anggaran tahunan melalui Rencana Kerja
            dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L). Renstra K/L
            merupakan turunan langsung dari Rencana Pembangunan Jangka
            Menengah Nasional  (RPJMN),  yang  menguraikan tujuan, sasaran,
            arah kebijakan, serta program strategis masing-masing kementerian/
            lembaga untuk jangka waktu lima tahun. Sementara itu, Renja K/L
            adalah penjabaran tahunan dari Renstra K/L, yang memuat program,
            kegiatan, dan target kinerja sebagai dasar dalam menyusun RKA-K/L
            untuk tahun anggaran berjalan.

                Hubungan antara ketiga dokumen ini bersifat  hirarkis dan
            substantif. Renstra K/L menjadi blueprint sektoral jangka menengah,
   128   129   130   131   132   133   134   135   136   137   138