Page 143 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 143

122    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala  Bappenas melakukan
            penelaahan  terhadap  keterkaitan  substansial  dan  konsistensi
            antara RKA-K/L  dengan  Renja-K/L serta RKP, memastikan bahwa
            seluruh alokasi anggaran memang mendukung pencapaian sasaran
            pembangunan nasional. Di sisi lain, Menteri Keuangan melakukan
            penelaahan  terhadap  aspek  efisiensi,  efektivitas,  serta  kepatuhan
            terhadap kebijakan fiskal dan  standar  biaya, untuk menjamin
            optimalisasi belanja negara.
                Integrasi penelaahan dari dua perspektif tersebut, yaitu
            pembangunan dan fiskal, menjadi elemen penting dalam memastikan
            bahwa penyusunan  RKA tidak semata-mata mengisi kerangka
            anggaran, tetapi juga merepresentasikan orientasi hasil, penggunaan
            sumber daya secara optimal, serta sinergi antar unit kerja dan antar
            instansi pemerintah. Oleh karena itu, tahapan penelitian, reviu, dan
            penelaahan  merupakan satu  kesatuan dalam  mekanisme  quality
            control  penganggaran, yang menjamin bahwa dokumen RKA yang
            dilanjutkan ke tahap DIPA telah memenuhi standar tertinggi dalam
            tata kelola fiskal nasional.

                Dengan demikian, proses penyusunan RKA-K/L dan RKA-BUN
            merupakan rangkaian kegiatan  strategis yang tidak hanya teknis,
            tetapi juga politis dan normatif. Ia mengintegrasikan kepentingan
            sektoral dan nasional, menyeimbangkan antara aspirasi pembangunan
            dan kapasitas fiskal, serta menjamin bahwa belanja negara dijalankan
            secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. Regulasi
            yang mengatur proses ini, khususnya PMK Nomor 62 Tahun 2023
            dan PMK  Nomor  107  Tahun 2024, telah membangun kerangka
            normatif yang kuat dan rinci, sehingga proses penganggaran negara
            menjadi terarah, terdokumentasi, dan dapat diaudit. Proses ini
            sekaligus memperlihatkan bahwa penganggaran tidak berdiri sendiri,
            melainkan merupakan bagian tak terpisahkan dari sistem tata kelola
            keuangan negara yang menyatu dengan perencanaan pembangunan,
            sistem informasi fiskal, serta mekanisme pertanggungjawaban
            anggaran publik.
   138   139   140   141   142   143   144   145   146   147   148