Page 119 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 119

98     MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            anggaran. Di sinilah penganggaran memperoleh sifatnya yang ganda:
            sebagai pernyataan niat fiskal negara, sekaligus sebagai alat kendali
            pelaksanaan anggaran.

                Dalam dimensi prosedural, kedudukan penganggaran ditegaskan
            pula dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17  Tahun 2017 tentang
            Sinkronisasi Proses Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan
            Nasional. Peraturan ini  mengarahkan agar proses penganggaran
            senantiasa sinkron dengan perencanaan pembangunan, baik dalam
            konteks substansi maupun waktu. Pasal 3 PP tersebut menyatakan
            bahwa perencanaan dan penganggaran pembangunan nasional
            dilaksanakan  melalui  pendekatan  money  follow program,  yakni
            penganggaran diarahkan untuk mendanai program yang benar-
            benar prioritas dan memberi manfaat nyata bagi  masyarakat.  Ini
            mencerminkan orientasi baru dalam paradigma penganggaran negara:
            dari  pendekatan  input-based menuju output-based  budgeting,
            bahkan menuju outcome-based budgeting dalam jangka panjang.

                Sementara  itu,  secara  teknis-operasional,  penganggaran  diatur
            lebih rinci  dalam Peraturan Menteri  Keuangan Nomor 62 Tahun
            2023  tentang  Perencanaan  Anggaran,  Pelaksanaan  Anggaran,  serta
            Akuntansi dan Pelaporan Keuangan, yang telah diperbarui melalui
            PMK Nomor 107 Tahun 2024. Peraturan ini memberikan kerangka
            metodologis yang komprehensif  dalam pelaksanaan penganggaran
            di lingkungan pemerintah pusat. Dalam Pasal 1 peraturan tersebut,
            penganggaran dimaknai  sebagai proses yang meliputi tinjauan
            ulang angka dasar, penyusunan  RKA, penelaahan, revisi, hingga
            pengesahan DIPA. Dengan kata lain, PMK ini mengatur seluruh siklus
            penganggaran mulai dari  preparation  hingga  authorization, dan
            menjadi titik masuk menuju pelaksanaan dan pertanggungjawaban
            anggaran.

                Dalam konteks siklus keuangan negara, penganggaran menempati
            fase kedua setelah perencanaan pembangunan nasional (RPJMN dan
            RKP), dan mendahului pelaksanaan serta akuntansi dan pelaporan.
            Siklus ini mencerminkan pendekatan fiscal governance yang integral
            dan  berkesinambungan,  sebagaimana  diamanatkan  dalam  banyak
   114   115   116   117   118   119   120   121   122   123   124