Page 117 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 117

96     MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            keuangan publik,  hingga Peraturan Pemerintah  Nomor  17 Tahun
            2017 tentang Sinkronisasi Proses  Perencanaan  dan Penganggaran
            Pembangunan  Nasional  yang menekankan pentingnya integrasi
            kebijakan antar  sektor  dan jenjang pemerintahan. Selanjutnya,
            Peraturan Pemerintah Nomor  6  Tahun 2023 memperkuat aspek
            sistemik  dan  prosedural  dalam  penyusunan  rencana  kerja  dan
            anggaran  kementerian/lembaga serta bendahara umum  negara,
            sebagai instrumen teknokratik untuk menjembatani kebutuhan
            sektoral dengan kerangka fiskal nasional.

                Kerangka  normatif  tersebut kemudian  dijabarkan lebih  lanjut
            melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62 Tahun 2023 (yang
            telah  disempurnakan dengan PMK Nomor  107 Tahun 2024), yang
            tidak hanya menetapkan standar operasional perencanaan  dan
            pelaksanaan anggaran, tetapi juga menegaskan pentingnya akuntansi
            dan pelaporan keuangan yang terintegrasi dalam siklus penganggaran.
            Dalam kerangka itu, penganggaran negara dituntut untuk memenuhi
            asas  efisiensi, efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas, sejalan
            dengan  tuntutan  belanja  yang  berkualitas  (quality  spending),
            serta adaptif terhadap  dinamika sosial-ekonomi dan tuntutan
            pembangunan yang inklusif.
                Dengan demikian,  Bab ini akan mengurai  secara sistematis
            prinsip-prinsip dasar dan kerangka konseptual penganggaran negara
            dalam sistem keuangan publik Indonesia. Uraian ini akan memaparkan
            bagaimana norma-norma hukum fiskal dikonstruksi, bagaimana
            asas-asas penganggaran dijalankan dalam praksis kebijakan, serta
            bagaimana  regulasi-regulasi terbaru  memberi penekanan baru
            terhadap paradigma  performance-based  budgeting,  money  follow
            program, dan tata kelola fiskal yang berkelanjutan. Penelaahan ini
            penting untuk memperkuat kerangka epistemik dan aplikatif dalam
            memahami sistem penganggaran negara secara lebih komprehensif
            dan reflektif.
   112   113   114   115   116   117   118   119   120   121   122