Page 107 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 107
86 MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional
benar-benar mencerminkan strategi pembangunan nasional yang
direncanakan secara rasional dan berorientasi pada hasil.
Dengan proses penelaahan yang dilaksanakan secara profesional
dan akuntabel oleh Bappenas dan Kementerian Keuangan, dokumen
Renja K/L tidak hanya memperoleh legitimasi teknokratik, tetapi
juga menjadi representasi dari komitmen pemerintah terhadap
efisiensi fiskal, efektivitas kebijakan, dan akuntabilitas publik dalam
pengelolaan pembangunan nasional.
5.3. Dokumen Pendukung: KAK, RAB, Studi Kelayakan
Dalam proses penelaahan Rencana Kerja Kementerian/Lembaga
(Renja K/L), keberadaan dokumen pendukung menjadi syarat
mutlak untuk menjamin bahwa setiap program dan kegiatan yang
direncanakan bukan hanya layak secara konseptual, tetapi juga teruji
secara teknis, finansial, dan operasional. Dokumen pendukung seperti
Kerangka Acuan Kegiatan (KAK), Rencana Anggaran Biaya (RAB),
dan dalam kondisi tertentu studi kelayakan, merupakan instrumen
teknokratik yang memberikan dasar rasional terhadap setiap usulan
kegiatan dalam Renja. Tanpa keberadaan dokumen-dokumen ini,
proses perencanaan akan kehilangan fondasi akuntabilitas, dan
penganggaran berisiko dibangun di atas estimasi yang spekulatif
dan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara fiskal maupun
administratif.
Kewajiban penyusunan dokumen pendukung tersebut
ditegaskan dalam Peraturan Menteri PPN/Bappenas Nomor 1 Tahun
2021, terutama dalam Lampiran III tentang mekanisme penelaahan
program dan kegiatan. Di dalamnya disebutkan bahwa dokumen
KAK dan RAB wajib dilampirkan oleh setiap unit kerja Kementerian/
Lembaga pada saat menyampaikan usulan Renja melalui sistem
perencanaan nasional berbasis teknologi informasi. Kerangka Acuan
Kegiatan (KAK) berfungsi sebagai dokumen penjelas terhadap latar
belakang, tujuan, ruang lingkup, strategi pelaksanaan, indikator
kinerja, serta mekanisme evaluasi dari suatu kegiatan. Ia menjawab
pertanyaan fundamental: mengapa kegiatan itu perlu dilakukan,

