Page 89 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 89

68     MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            perencanaan  kementerian  dan  lembaga,  RKP  memiliki  kedudukan
            yang  sangat menentukan karena menjadi acuan  utama  dalam
            penyusunan Renja K/L, serta menjadi dasar koordinasi lintas sektor
            atas prioritas nasional yang harus diimplementasikan secara sinkron
            oleh seluruh instansi pemerintah.
                Secara normatif, kedudukan RKP diatur dalam Pasal 7 Undang-
            Undang Nomor 25 Tahun 2004, yang menyatakan bahwa RKP disusun
            oleh pemerintah dengan mengacu pada RPJM dan menjadi pedoman
            dalam penyusunan RKA-K/L, Nota Keuangan, serta rancangan APBN
            tahun berjalan. Secara prosedural, penyusunan RKP dikoordinasikan
            oleh Kementerian PPN/Bappenas melalui proses teknokratik dan
            partisipatif,  dimulai dari  penetapan tema pembangunan tahunan,
            perumusan prioritas nasional, sampai dengan  penyelenggaraan
            Musrenbang Nasional. RKP kemudian ditetapkan melalui Peraturan
            Presiden dan memiliki kekuatan mengikat secara vertikal terhadap
            seluruh kementerian/lembaga dan secara horizontal terhadap
            pemerintah daerah.

                Dari perspektif kementerian/lembaga, keberadaan RKP menjadi
            titik rujukan utama dalam merumuskan Renja K/L setiap tahunnya.
            Seluruh program dan kegiatan yang direncanakan oleh  K/L harus
            merefleksikan prioritas pembangunan nasional sebagaimana
            ditetapkan dalam RKP.  RKP  memuat  tujuh  Prioritas Nasional
            sebagaimana tertuang dalam dokumen RPJM dan dapat berubah atau
            diperkuat sesuai dinamika strategis dan arah kebijakan Presiden. Oleh
            karena itu, program yang diusulkan oleh K/L yang tidak terkoneksi
            secara substansial dengan prioritas dalam RKP berpotensi tidak
            mendapatkan alokasi anggaran dalam proses pembahasan RKA-K/L
            bersama Kementerian Keuangan dan DPR.

                Lebih jauh, RKP tidak hanya menyajikan tema pembangunan dan
            prioritas nasional, tetapi juga menyediakan kerangka regulatif dan
            pagu indikatif sektoral, yang menjadi rambu fiskal bagi K/L dalam
            menyusun Renja mereka. Dengan demikian, RKP berfungsi sebagai
            mekanisme kendali fiskal awal sebelum perumusan teknis anggaran
            dilakukan. Dalam hal ini, sinkronisasi antara RKP dan Renja menjadi
   84   85   86   87   88   89   90   91   92   93   94