Page 85 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 85

64     MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            jawab kelembagaan dalam mewujudkan visi nasional. Dengan ruang
            lingkup yang komprehensif, struktur yang logis, dan indikasi program
            yang terarah, Renstra K/L menjadi medium penting untuk menjamin
            bahwa pembangunan tidak bersifat sektoral sempit, melainkan
            berjejaring,  berbasis hasil,  dan  berpihak pada  kepentingan publik
            secara  luas. Dalam kerangka  perencanaan dan penganggaran yang
            terintegrasi, keberadaan  Renstra yang  bermutu tinggi merupakan
            syarat  esensial bagi efektivitas penggunaan anggaran negara  dan
            pencapaian tujuan pembangunan nasional secara berkelanjutan.

                Sebagai contoh, Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Agraria
            dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) merupakan
            penjabaran teknokratik dan operasional atas visi dan misi Presiden
            periode 2025–2029 sebagaimana  tertuang dalam  RPJMN Nasional,
            khususnya dalam delapan Asta Cita. Dalam rancangan Renstranya,
            Kementerian ATR/BPN memiliki relevansi langsung dengan
            setidaknya empat dari Asta Cita tersebut. Pertama, pada Asta Cita 2
            yang menekankan pada kemandirian bangsa melalui pembangunan
            ekonomi  hijau  dan  tata  kelola  yang  bersih,  Kementerian  ATR/
            BPN berkontribusi melalui penyusunan Rencana Detail Tata Ruang
            (RDTR) dan penguatan kepatuhan pemanfaatan ruang. Kedua, pada
            Asta  Cita  6  yang  fokus  pada  pembangunan  desa  dan  pengentasan
            kemiskinan, peran reforma agraria menjadi instrumen utama dalam
            distribusi tanah dan peningkatan kesejahteraan petani. Ketiga, dalam
            Asta Cita 7 mengenai reformasi hukum dan birokrasi, Kementerian
            ini terlibat melalui penyelesaian konflik pertanahan dan penguatan
            layanan digital. Keempat, pada Asta Cita 8 yang menekankan harmoni
            dengan lingkungan, peran Kementerian terlihat melalui pendekatan
            Framework for Effective Land Administration (FELA) yang mendukung
            keadilan sosial, integrasi ruang, ekonomi hijau, dan pengelolaan data
            spasial berbasis teknologi.

                Selanjutnya, dalam rangka mengimplementasikan Asta Cita secara
            substantif dan terukur sesuai dengan kewenangannya tersebut, visi yang
            diusung dalam rancangan Rencana Strategis Kementerian ATR/BPN
            Tahun 2025–2029 adalah “Terwujudnya pengelolaan pertanahan dan
   80   81   82   83   84   85   86   87   88   89   90