Page 12 - MODUL SUMBER-SUMBER HUKUM ISLAM
P. 12
3. Menciptakan Hukum Baru yang Tidak Terdapat di Dalam al-Qur'an
Misalnya beliau menetapkan hukum haramnya binatang buas yang bertaring dan
burung yang berkuku kuat seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas:
ِ
ِ
ِ ِ
ِ
ِ
ِ ٍ
ٍ
بَ لنِ يذ ِ لك نعو ِ عابسلا نم بنَ يذ ِ لك نع مَّ لسو هيَ لع َّ للَّا ىَّ ل ص َّ للَّا ُ لوسر ىَ نَ َ لاق ٍ ساَّ بع ِ نبا نع
َ
ْ
ُ
ُ
َ
َ
َ ْ ْ َ
َ
ِ ْ َ َ َ ْ َ ُ
ُ َ
ِ ْ َ َ َِ ْ
َ
ِ
يرَّ طلا نم ِ
ْ
ْ
Dari Ibnu Abbas, ia berkata: Rasulullah saw. melarang memakan setiap binatang
yang bertaring dari golongan binatang buas dan setiap binatang yang berkuku
kuat dari golongan burung. (HR. Muslim).
Rasulullah saw. juga mengharamkan seorang laki-laki mengawini wanita yang
sepersusuan, karena mengawini wanita yang sesusuan itu adalah sama dengan
mengawini wanita yang tunggal nasab.
ِ
ِ
ِ
ِ
بسَّنلا نم مريَ ام ةعاضرلا ن ِ م مريَ هَّنإف
ْ َُُْ
َ َ َ َّ
َُُْ َ
ُ
ْ
َ
Sesungguhnya Allah telah melarang seseorang mengawini wanita karena
sepersusuan, sebagaimana halnya Allah mengharamkan mengawini wanita
karena senasab. (HR. Muttafaq ‘alaih).
Hukum-hukum yang ditetapkan oleh Rasulullah saw. itu adakalanya atas ilham
dari Allah dan adakalanya hasil ijtihad beliau sendiri. Biarpun dari hasil ijtihad sendiri,
tetapi karena dasar yang dipergunakan berijtihad itu adalah jiwa dan dasar perundang-
undangan yang umum dalam al-Qur'an, maka mustahillah ia bertentangan dengan
hukum-hukum yang telah ditetapkan oleh al-Qur'an.
6