Page 31 - MODUL JUAL BELI
P. 31

e.  Khiyar  dapat  memelihara  hubungan  baik  dan  terjalin  cinta  kasih  antra  sesama.
                        Adapun  ketidakjujuran  atau  kecuarangan  pada  akhirnya  akan  berakibat  dengan
                        penyesalan yang mengarah pada kemarahan, kedengkian.


                     D. Khiyar dalam Jual Beli Online
                        1. Pengertian Jual Beli Online (Oline Shop) dan Hukumnya
                           Pengertian  online  shop  adalah  suatu  proses  pembelian  barang  atau  jasa  dari
                     mereka  yang  menjual  melalui  internet.  Istilah  lain  untuk  bisnis  onlinem  adalah  e-
                     commerce. Tetapi yang pasti, setiap kali orang berbicara tentang e- commerce, mereka
                     memahaminya sebagai bisnis yang berhubungan dengan internet. Dari definisi di atas,
                     bisa diketahui karakteristik bisnis online, yaitu:
                     a. Terjadinya transaksi antara dua belah pihak;
                     b. Adanya pertukaran barang, jasa, atau informasi;
                     c. Internet merupakan media utama dalam proses atau mekanisme akad tersebut.
                     Jadi, intinya yang membedakan antara bisnis online dan bisnis offline yaitu proses
                     transaksi (akad) dan media utama dalam proses tersebut.
                           Bentuk  baru  kegiatan  jual  beli  ini  tentu  mempunyai  banyak  nilai  positif,  di
                     antaranya kemudahan dalam melakukan transaksi (karena penjual dan pembeli tidak
                     perlu repot bertemu untuk melakukan transaksi). Online shop biasanya menawarkan
                     barangnya  dengan  menyebutkan  spesifikasi  barang,  harga,  dan  gambar.  Dari  situ
                     pembeli memilih dan kemudian memesan barang yang biasanya akan dikirim setelah
                     pembeli mentransfer uang.
                           Imam Syafi’i dalam kitabnya Al-Risalah mengatakan bahwa semua persoalan
                     yang terjadi dalam kehidupan seorang muslim itu tentu ada hukum jelas dan mengikat
                     atau sekurang-kurangnya ketentuan hukum harus dicari dengan cara ijtihad. Secara
                     konvensional jual beli dalam Islam diatur dalam fikih muamalah yang mensyaratkan
                     adanya empat hal, yaitu: sighat al-’aqd (ijab qabul), mahallul ‘aqd (obyek perjanjian
                     /barang),  al’aqidaian  (para  pihak  yang  melaksanakan  isi  perjanjian)  dan  maudhu’
                     ul’aqd (tujuan perjanjian).
                           Dalam transaksi mengunakan internet, penyediaan aplikasi permohonan barang
                     oleh pihak penjual di website merupakan ijab dan pengisian serta pengiriman aplikasi
                     yang telah diisi oleh pembeli merupakan qabul. Adapun barang hanya dapat dilihat
                     gambarnya  serta  dijelaskan  spesifikasinya  dengan  gamblang  dan  lengkap,  dengan
                     penjelasan  yang  dapat  memengaruhi  harga  jual  barang.  Setelah  ijab  qabul,  pihak
                     penjual meminta pembeli melakukan tranfer uang ke rekening bank milik penjual.
                     Setelah uang diterima, si penjual baru mengirim barangnya melalui kurir atau jasa
                     pengiriman barang. Jadi, Transaksi seperti ini (jual beli online) mayoritas para ulama
                     menghalalkannya  selama  tidak  ada  unsur  gharar  atau  ketidakjelasan,  dengan
                     memberikan spesifikasi baik berupa gambar, jenis, warna, bentuk, model dan yang
                     memengaruhi harga barang.
                           Dalam Islam sendiri sesungguhnya telah mengatur akad jual beli dengan sistem
                     pemesanan sebagaimana akad salam. Sebagaimana ungkapan Abdullah bin Mas’ud






                                                                                                      7
   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36