Page 34 - MODUL JUAL BELI
P. 34

URAIAN MATERI

                     A. Pengertian, Hukum, dan Dasar Hukum Riba

                        1. Pengertian Riba
                           Riba  merupakan  jenis  transaksi  lawas  yang  telah  ada  sejak  lama.  Buktinya
                     adalah terdapatnya larangan riba pada kitab suci ajaran Nabi Musa a.s., yang hidup
                     pada 1500 tahun sebelum masehi. Setelah lebih dari 3500 tahun, transaksi tersebut
                     telah berkembang sehingga mereka yang tidak memahami arti riba turut melakukan-
                     nya, baik disadari maupun tidak.
                           Selain itu, beberapa ulama menyebutkan bahwa riba adalah termasuk perbuatan
                     yang zalim atau menzalimi orang lain karena mengambil harta orang lain tanpa ada
                     pertukaran yang seimbang. Oleh karena riba adalah transaksi yang seharusnya diting-
                     galkan dan tidak dilakukan, maka diperlukan ilmu untuk tidak terjebak dalam transaksi
                     ribawi.
                           Riba menurut bahasa merupakan isim masdar dari rabaa, yarbuu, berarti tam-
                     bahan, kelebihan atau bertambah, dan tumbuh. Pemakaian makna ini dalam al-Qur'an
                     dapat dilihat pada surah al-Hajj ayat 5.
                                                        ِ
                                                                   ِ
                                                                                                      ِ
                                                     - ٥   -       ٍ جيبَ ٍ جوز  ِ لك نم تت بنَأو تبرو تَّ ز تها ءامْلا    اه يَ لع انْلزنَأ اذإف
                                                         َ َْ ُ
                                                                                                     َ َ
                                                                                 ْ َْ
                                                                                            َ ْ َ َ َ

                                                                     ْ ََ َ ْ َََ
                                                                                        َ
                           Kemudian apabila telah Kami Turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi
                           itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan (tetumbuhan)
                           yang indah. QS al-Hajj/22: 5.
                     Kata  rabat  dalam  ayat  ini  bermakna  “menumbuhkan”  yang  merupakan  makna
                     kebahasaan dari kata itu sendiri.
                           Dalam istilah syara’, riba menurut ulama Hanbali berarti tambahan pada barang-
                     barang tertentu. Sedangkan dalam mazhab Hanafi, riba diartikan sebagai tambahan
                     tanpa imbalan dalam transaksi harta dengan harta. Selanjutnya menurut definisi yang
                     lain, riba adalah tambahan pada harta yang disyaratkan dalam transaksi dari dua pelaku
                     akad  dalam  tukar  menukar  antara  harta  dengan  harta.  Muhammad  al-Syirbini
                     mengemukakan bahwa riba adalah suatu transaksi yang pada saat berlangsungnya akad
                     tidak diketahui kesamaannya (transaksi penganti) menurut ukuran syariat.
                           Riba  dipraktikkan  sudah  dimulai  semenjak  bangsa  Yahudi  sampai  masa
                     Jahiliyah sebelum Islam dan awal-awal masa keislaman. Padahal semua agama sama-
                     wi mengharamkan riba karena tidak ada kemaslahatan sedikitpun dalam kehidupan
                     bermasyarakat. Bahkan menurut Mawardi, riba tidak pernah dibolehkan dalam syariat
                     apa pun.
                        2. Hukum dan Dasar Hukum Riba
                           Riba hukumnya haram berdasar pada al-Qur'an, sunah, dan ijma’ umat Islam.
                     Allah swt. berfirman:
                                                                                             ِ
                                                      ِِ
                                       ِ ِ
                             ِِ
                                                                                                 ِ
                                                                  ِ ٍ ِ
                                                                                                      ِ
                                                                            ِ
                                              ِ
                                                                                              َّ
                     دقو بَِ رلا مهذخَأو     ا  . ً   يثك للّا  ِ ليبس نع مهدصِ بو مَ لَ تَّ لحُأ تابيَ ط مهيَ لع انمرح اوداه نيذلا نم ٍ مْ لُ ظبف َ
                                        َ
                                                                                   َّ ْ
                     َْ

                                               َ َ ْ َ َ ُْ ْ

                                                                                                َ
                                ْ َ
                                                                        َ  ْ ْ َ َْ َ ُ َ َ
                       َ َ  ُ
                                                                                             ِ
                                                 ِ
                                                               ِ ِ
                                                           ِ
                                                                                            ِ
                                                                            ِ ِ
                                             .       اميلَأ بَاَ ذع مه نم نيِ رفاَ كْ لل نَدتعَأو  ِ لطابْلبَ  ِ ساَّنلا  َ لاومَأ مهلْ كَأو هنع اوُ نُ
                                              ً
                                                                                                    ْ
                                                          ْ
                                                                    َ َْْ
                                                                                                َ ُ َْ ُ
                                                                             َ
                                                                                        َْ ْ
                                                                        َ
                                                  ً َ ْ ُ َ
                                                                                                      2
   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39