Page 160 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 160

Dia tidak semudah itu melepasku. Rasa tidak percayanya menguar

          kuat melalui ketikan berikutnya.

          "Beneran sama Dian? Mana Diannya? Coba foto."
          Saat aku mengirimkan foto Dian, dengan polosnya dia bilang “itu

          ibu-ibu”. Sontak aku tertawa membaca pesannya.
          "Coba voice note (VN) sama Diannya."

          Melihat kepanikannya, aku justru sengaja menarik diri. Kubiarkan

          ruang obrolan kami sunyi tanpa balasan dari sisiku, menikmati
          bagaimana  egonya  mulai  terusik  oleh  ketidakpastian  yang

          kuciapkan.  Detik  berikutnya,  pesan  penuh  frustrasi  kembali

          masuk.
          "Foto nggak mau, VN nggak mau. Kamu kenapa sih?"

          Menyaksikan  dia  merajang  amarahnya  sendiri  akibat  rasa

          cemburu atau mungkin bentuk mutlak dari rasa khawatirnya yang
          meluap, justru mengalirkan sejenis kehangatan aneh di dadaku.

          Ada  rasa  puas  yang  egois,  namun  sekaligus  manis.  Di  balik

          omelannya,  aku  membaca  sebuah  validasi:  aku  benar-benar
          dicintai  olehnya  sedalam  itu.  Dia  peduli  pada  setiap  jengkat

          langkahku, bahkan pada dusta yang sengaja kuanyam.

               Ingin menyudahi permainan namun justru tergelincir,  aku
          membalas singkat, "Lagi di LRT".





                                                                        160
   155   156   157   158   159   160   161   162   163   164   165