Page 161 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 161
Sebuah blunder besar. Balasan Farras datang sepersekian
detik kemudian, menghantam logika kasualku.
"LRT? Kok ke Kokas naik LRT?" tanyanya heran, mengingat mode
transportasi itu tidak memiliki rute langsung yang logis ke sana.
Seketika, debaran panik yang nyata menyergapku. Jantungku
berpacu karena aku benar-benar menjawab tanpa berpikir. Aku,
yang buta akan rute LRT dan biasanya hanya mengandalkan
Transjakarta atau tumpangan mobil teman jika ke Kokas,
mendadak kehilangan kata-kata. Skakmat. Guna menyelamatkan
diri dari jaring kebohongan yang kubuat sendiri, aku memilih
taktik klasik: menghilang. Meninggalkan percakapan itu
menggantung tanpa kepastian.
Baru sekitar pukul sembilan malam, ketika kurasa tensinya
sudah mulai mereda, aku mengirimkan pesan penutup. Aku
berpura-pura seolah tubuhku baru saja melewati ambang pintu
kamar kost setelah perjalanan panjang yang melelahkan.
Aku tahu, aku adalah tipe perempuan yang terkadang gemar
menyulut api kecil hanya untuk melihat pasanganku merajang
kesal. Maafkan keisenganku ini, Sayang. Namun melihat guratan
cemburu dan caramu mencariku adalah candu yang
meyakinkanku bahwa aku adalah poros duniamu.
Love you, Farras. ❤️
161

