Page 164 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 164

sarapannya,  serta  sekotak  sari  kacang  hijau  dingin  sebagai

          pelengkap nutrisinya.

               Tepat sekira pukul tujuh pagi, sebuah pesan singkat masuk.
          Farras  mengabarkan  bahwa  dia  sudah  menungguku  di  depan.

          Dengan langkah kaki yang terasa berat dan gontai, aku menuruni
          anak tangga satu demi satu. Ada rasa sesak dan tidak tega yang

          menggelayut  di  dada  karena  harus  menyerahkan  bekal  yang

          kukutuk sebagai "produk gagal" ini.
               Begitu sosoknya tertangkap mata, aku menyerahkan kotak

          bekal itu dengan senyum kecut.

          "Beb,  nanti  baksonya  jangan  dimakan  ya,  ngga  enak” ,  bisikku
          pelan, menyembunyikan rasa bersalah.

          Aku kemudian meraih dan mencium tangannya sebelum akhirnya

          dia melajukan kendaraannya membelah jalanan menuju kantor.
               Waktu  bergulir  hingga  siang  hari,  sebuah  pesan  hangat

          kembali  datang  darinya.  Farras  mengucapkan  terima  kasih,

          terutama  untuk  perhatian  kecilku  yang  sengaja  memotong  roti
          tawar menjadi bagian-bagian kecil agar lebih praktis dia santap di

          sela kesibukan kerja. Namun, ketakutanku benar-benar terjadi tak

          lama  setelah  itu.  Saat  dia  mulai  mencicipi  tumis  bakso  dan
          sosisnya, sebuah pertanyaan mendarat di layar ponselku.

          "Tumisnya asam ya beb?"


                                                                        164
   159   160   161   162   163   164   165   166   167   168   169