Page 169 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 169
smartband-ku sekaligus wallpaper ponsel. Aku kemudian
memotret pergelangan tanganku yang kini berhiaskan wajahnya,
lalu mengirimkannya kembali padanya. Farras terlihat sangat
senang mendapati dirinya menjadi pemandangan utama di ponsel
maupun smartwatch pribadiku. Sambil terus memandangi potret
itu di sela-sela kesibukan, aku menyadari satu hal: untuk kesekian
kalinya, aku telah jatuh cinta lagi pada pria yang sama.
Malam menjelang dan aku sudah memiliki agenda untuk
melepas penat bersama Kak Retha, Riri, Popay, dan Naisila. Kami
berencana menonton film di Mall Cipinang Indah. Pilihan kami
jatuh pada film Agak Laen 2 , sebuah keputusan kompromi karena
mayoritas teman-teman kostku adalah penakut yang tidak akan
kuat menonton film horor. Sebelum pergi, aku tidak lupa meminta
izin kepada Farras. Sebagai bentuk keterbukaan agar ia tidak
menaruh curiga, aku juga mengirimkan fitur share live location
kepadanya. Kami berangkat menuju mall menggunakan layanan
GrabCar, dan aku memilih untuk duduk di kursi depan di samping
pak sopir. Jarak dari kost menuju mall sebenarnya sangat dekat,
hanya sekitar 2 kilometer, sehingga perjalanan kami sama sekali
tidak memakan waktu lama.
Di dalam bioskop yang dingin, film pun dimulai. Kami
mencoba menikmati setiap adegannya. Namun entah mengapa,
169

