Page 165 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 165
Aku pun menumpahkan seluruh kronologi kejadian subuh tadi
dengan sisa-sisa rasa sesal yang masih ada. Penasaran, aku sengaja
mencicipi porsi makanan yang kutinggal di kost. Astaga, ternyata
bukan cuma baksonya, sosisnya pun ikut-ikutan terasa asam
karena bumbunya sudah telanjur menyatu! Rasanya ingin
menangis saat itu juga.
"Aku nggak mau masak lagi ah, besok-besok kamu beli aja yaa,"
ketikku dengan perasaan dongkol, siap mengibarkan bendera
putih pada urusan dapur.
Namun, Farras tetaplah Farras. Lelaki itu dengan segala
kelapangan hatinya justru balik menyemangatiku. Dia mengetik
kalimat-kalimat penenang, membujukku agar tidak kapok belajar
memasak.
"Sebenarnya ini enak banget, kok. Cuma salah di baksonya aja
yang asam," tulisnya. Tetap saja, untaian kalimat manis itu belum
cukup mampu mengobati rasa kecewaku. Hatiku rasanya
mengganjal, aku sudah mengorbankan banyak uang untuk bahan
terbaik, menguras tenaga di pagi buta, namun realitasnya justru
berjalan memunggungi harapan.
Malam pun menjemput, membawa angin sejuk yang sedikit
menenangkan intensitas emosiku. Seperti biasa, Farras
meluangkan waktunya untuk menemuiku. Dia mengajakku keluar
165

