Page 170 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 170

menurut penilaian pribadiku, humor di Agak Laen 1 terasa jauh
          lebih  segar  dan  menggelitik  ketimbang  sekuelnya  ini.  Kendati

          demikian,  teman-temanku  tetap  saja  tertawa  lepas  sepanjang
          pemutaran. Di tengah riuhnya tawa di dalam teater, perut kami

          mulai  berdemo.  Kami  saling  berbisik  mengeluhkan  rasa  lapar,
          sebab selepas pulang kerja tadi, kami langsung bersiap-siap pergi

          tanpa  sempat  mengisi  kampung  tengah  terlebih  dahulu.  Begitu

          lampu  bioskop  menyala  menandakan  film  telah  usai,  kami
          bergegas  keluar  dengan  satu  misi  utama:  mencari  makan

          secepatnya.  Sialnya,  saat  mencoba  memesan  GrabCar  untuk

          pulang, aplikasi seolah enggan bekerja sama. Karena tak kunjung
          mendapatkan  pengemudi,  kami  akhirnya  memutuskan  untuk

          beralih  mengambil  taksi  Blue  Bird  yang  kebetulan  sedang

          melintas.
               Di  tengah  kepanikan  karena  kelaparan,  kemalangan  lain

          menimpa:  kuota  internetku  habis.  Tepat  saat  aku  mencoba


          meminta  tethering dari  Kak  Retha  agar  ponselku  kembali
          terhubung ke dunia maya, rentetan pesan beruntun dari Farras

          langsung menyerbu masuk.

          "LAGI DIMANA? KALO PULANG KABARIN,"
               Pesan  dengan  huruf  kapital  itu  seolah  menyuarakan

          ketegasannya yang sedang mempertanyakan posisiku.


                                                                        170
   165   166   167   168   169   170   171   172   173   174   175