Page 174 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 174

Tepat saat jarum jam menyatukan dirinya di angka dua belas

          malam,  kesunyianku  dipecahkan  oleh  suara  ketukan.  Popay

          mengirimiku  pesan  beruntun  dan  panggilan  bertubi-tubi,
          beralasan takut tidur sendirian dan memintaku membuka pintu.

          Aku  tahu  persis  itu  hanyalah  alibi  usangnya.  Aku  berpura-pura
          tidak  bangun,  hingga  gedoran  di  pintu  semakin  keras  dan

          memaksaku beranjak.

               Begitu pintu terbuka, gelapnya kamarku seketika diterangi
          pendar  cahaya  lilin.  Teman-temanku  menyerbu  masuk  dengan

          sebuah  kue,  melantunkan  lagu  ulang  tahun  yang  menggema

          memenuhi ruangan. Aku yang baru setengah sadar hanya mampu
          melempar senyum seadanya. Rupanya, mereka telah menyiapkan

          sandiwara ini sejak magrib.


          "Ayo  make  a  wish  dan  tiup  lilinnya," ucap  Popay  dengan  mata
          berbinar.  Setelah  doa  kurapal  dalam  hati,  Popay  menyodorkan

          kadonya, sementara Riri memberiku bunga. Kami memotong kue

          dan merajut tawa hingga pukul satu dini hari.
               Ketika gempita kecil itu usai dan mereka kembali ke kamar

          masing-masing, ponselku berdering. Sebuah nama dari masa lalu

          muncul di layar: Adit, seorang Manajer di salah satu bank BUMN
          yang  perasaannya  pernah  kutampik  demi  memilih  Farras.  Di





                                                                        174
   169   170   171   172   173   174   175   176   177   178   179