Page 176 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 176

Pagi harinya, mentari baru saja menyingsing ketika Uda, laki-

          laki  lain  yang  pernah  singgah  di  hidupku,  menelepon  selepas

          subuh.  Sama  seperti  Adit,  ia  merangkai  doa  dan  ucapan,  lalu
          mengajakku  bertemu.  Lagi-lagi  aku  menolak,  karena  aku  tidak

          ingin  menodai  kepercayaanku  pada  Farras.  Hatiku  benar-benar
          berkecamuk  saat  itu.  Aku  dihujani  perhatian  dari  banyak  arah,

          namun jiwaku terasa kosong. Semua kemeriahan ini hampa tanpa

          sepatah  kata  pun  dari  Farras.  Bahkan,  ketika  aku  mengunggah
          potret  kue  ulang  tahunku,  ia  hanya  menjadi  penonton  bisu,

          membalas pesanku seolah hari ini hanyalah hari biasa yang tak

          bermakna.
               Malam harinya, secercah asa kembali mekar ketika Farras

          mengabari akan menemuiku sepulang kerja. Dadaku bergemuruh

          penuh harap, apakah ia membawa kado atau setidaknya pelukan
          hangat?. Saat pesannya masuk tanda ia telah tiba, aku berlari kecil

          menuruni tangga kost. Kusambut ia dengan senyum dan kecupan

          di punggung tangannya. Namun, kalimat pertama yang meluncur
          dari bibirnya seketika meremukkan duniaku.


          "Kamu  ulang  tahun  hari  ini?" tanyanya,  polos  tanpa  dosa.
          Langkahku terhenti, nafasku tercekat. Kecewa yang teramat dalam
          menyelimuti hatiku. Bagaimana mungkin ia lupa? Saat  pertama

          kali  berusaha  memenangkan  hatiku  dulu,  ia  hafal  setiap  detail


                                                                        176
   171   172   173   174   175   176   177   178   179   180   181