Page 178 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 178

"Kalo  aku  salah,  ngomong!  Kamu  punya  mulut.  Otak  dipake!"

          Bentakannya  menyayat  malam.  Bukan  ucapan  selamat  atau

          untaian doa yang kudapat di hari istimewaku, melainkan makian
          kasar  dengan  nada  tinggi  yang  menembus  ulu  hati.  Sepanjang

          jalan  pulang,  bibirku  terkunci  rapat,  menahan  isak  tangis  dan
          emosi yang membelit dada.

               Sesampainya  di  pelataran  kost,  aku  bergegas  turun  dan

          melangkah pergi. Ia meraih tanganku dengan kasar, menahanku,
          lalu menumpahkan amarahnya atas sikapku yang diam. Aku tetap

          tak  bergeming,  karena  hatiku  sudah  terlampau  kecewa.

          Perempuan mana yang tidak hancur ketika lelakinya melupakan
          hari lahirnya, dan justru menghadiahi sebuah cacian?

               Aku melarikan diri ke dalam kost, menghampiri Popay dan

          Riri yang sedang duduk bersantai.
          "Ko cepet banget?"  tanya Popay keheranan.

          "Biasalah,"  jawabku singkat. Ketika mereka menanyakan kado apa

          yang Farras berikan, aku hanya bisa menggeleng pelan.
          "Lo  punya  temen  yang  effort,  dan  lo  punya  cowo  kaya  gitu?"

          Pertanyaan  retoris  itu  hanya  kubalas  dengan  senyum  kecut.

          Sepanjang malam aku bertahan di ruang tengah bersama mereka.
          Aku tahu betul, jika aku kembali ke kamar yang sepi itu, tangisku

          akan pecah tak terbendung.


                                                                        178
   173   174   175   176   177   178   179   180   181   182   183