Page 175 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 175
seberang telepon, suaranya mengalun mengucapkan selamat.
"Koko udah ngucapin?" tanyanya lembut.
"Belum, Kak," jawabku dengan nada yang berusaha
kusembunyikan getirnya. Adit bersikeras menanyakan kado apa
yang kuinginkan, namun aku teguh menolak dan hanya meminta
selipan doa. Ada pedih yang tiba-tiba merayap di dadaku, sebuah
kenyataan pahit bahwa bukan Farras yang menjadi orang pertama
yang mengingat hari lahirku. Deretan pesan dan doa mengalir dari
teman-temanku, namun nama yang paling kunanti tak kunjung
menghiasi layar obrolan.
Malam itu, Adit memohon agar aku kembali padanya. Ia
berjanji akan meruntuhkan segala hal yang tak kusuka dan
membangun dunia baru sesuai keinginanku. Ia memintaku
melepaskan Farras, tawaran yang mentah-mentah kutolak.
"Kamu pikirin lagi ya, kita diem-diem aja dulu? Aku mau buktiin
kalo aku lebih pantas buat kamu," bujuknya dengan nada putus
asa.
"Nggak bisa, Kak. Aku udah cerita soal Farras ke Mamah," tegasku.
"Mamah juga udah tau aku. Koko yang ngerebut kamu dari aku.
Harusnya aku yang ada di posisi dia", balasnya parau, sarat akan
luka. Kami berbincang menyusuri malam hingga akhirnya aku
berpamitan tidur.
175

