Page 171 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 171

"Baru  pulang,  ini  lagi  cari  makan," balasku  cepat,  mencoba
          menenangkannya.

               Malam itu, aku dan teman-teman kost akhirnya memutuskan
          untuk  membeli  nasi  goreng  di  dekat  kost.  Jarum  jam  sudah

          menunjukkan pukul 22.00 WIB, dan kami masih terdampar di luar
          ruangan.  Di  saat  yang  sama,  ponselku  terus-menerus  dihujani

          notifikasi dari Farras yang dengan protektif menyuruhku untuk

          segera pulang. Jika di kampung halaman aku dijaga begitu ketat
          oleh keluargaku dengan jam main maksimal pukul 5 sore, maka di

          perantauan Jakarta ini, peran penjaga itu telah beralih sepenuhnya

          ke tangan Farras. Dan anehnya, alih-alih merasa terkekang, aku
          justru sangat menikmati cara ia menjagaku.

               Setelah semua bungkusan nasi goreng selesai dimasak, kami

          segera melangkah kembali ke kost dan menyantapnya bersama-
          sama  di  ruang  tengah,  ditemani  obrolan  ringan  sisa  keseruan

          malam ini. Aku bergegas menghabiskan porsiku, lalu melangkah

          ke kamar mandi untuk mengambil wudhu guna menunaikan salat
          Isya yang sempat tertunda.

               Usai beribadah, aku langsung mencari nama Farras di daftar

          panggilan.  Begitu  nada  sambung  pertama  berbunyi,  Farras
          langsung  mengangkatnya.  Tanpa  basa-basi,  ia  langsung

          mengomeliku habis-habisan karena pulang terlalu larut. Namun,


                                                                        171
   166   167   168   169   170   171   172   173   174   175   176