Page 155 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 155
merasa kesal sekesal-kesalnya. Malam itu, aku belajar satu hal:
ekspektasi adalah racun, terutama ketika berkencan dengan
Farras, arrghh !
Tubuhku mulai beradaptasi dengan dinginnya suhu
puncak yang mencapai 18°C. Obrolan kami semakin malam
semakin dalam, kami membicarakan banyak hal termasuk arah
hubungan kita.
“Jadi mau dibawa ke arah mana hubungan kita” , tanyanya
“ngga tau, terserah lu” , kataku
“lah terserah aku?” ucapnya lagi
Selama kami dekat, aku belum terlalu yakin dengan hubungan
kami ke depannya karena terlalu banyak hal yang kontradiksi
antara kami berdua. Hampir tiap hari kami bertengkar walaupun
dalam konteks bercanda, dia juga sebenarnya bukanlah tipeku
namun aku terlanjur menceritakan tentangnya ke mama ku dan
aku mencoba belajar menyukainya. Watak dia yang kaku dan
temperamen tidak selaras denganku yang suka bercanda.
Jam menunjukan pukul 00.00 WIB, farras mengajakku
untuk pulang, namun badanku masih menggigil karena suhu
sudah mencapai 17°C.
“Pulang yuk” , ajaknya
“15 menit lagi ya, aku ngga kuat”
155

