Page 150 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 150
“Kenapa?” jawabku sedikit sewot.
“Kita mau jalan jauh, kasian kamunya. Ganti pakai celana.”
Jujur, itu adalah hal yang sangat menjengkelkan! Semua effort dan
bayanganku tentang malam ini langsung hancur berkeping-
keping. Tapi, melihat ekspresi Farras yang tidak bisa diganggu
gugat, aku menghela napas panjang. Demi ketenangan malam ini,
aku segera mengiyakan. Aku kembali ke atas, mengganti midi
dress dengan hoodie dan celana jeans dalam hati menggerutu,
"sialan!" Malamku baru dimulai, tapi level emosiku sudah
mencapai batas ambang.
Setelah drama outfit selesai, kami akhirnya siap berangkat.
Pukul 19.15 WIB, kami meluncur perlahan meninggalkan halaman
rumah. Aku mencoba melupakan kekesalan tadi dan kembali
memunculkan mood senang. Namun, seolah semesta
berkonspirasi untuk menguji kesabaranku, Aku melirik ke panel
indikator bensin, dan untuk kesekian kalinya, aku melihat
motornya dalam kondisi bensin kosong. Selalu begini! Dia selalu
lupa mengisi bensin, seolah-olah motornya bisa berjalan hanya
dengan semangat cinta. Kami menepi di salah satu SPBU pertama
yang kami temui.
“Turun dulu, coba tanyain ke petugasnya, bisa bayar pakai QRIS
nggak?” , suruhnya sambil menunjuk ke arah pos pengisian.
150

