Page 151 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 151

Tubuhku membeku. Mataku melotot.  Aku baru saja duduk,  dan

          sekarang aku harus turun lagi hanya untuk menanyakan hal yang

          dia  sendiri  bisa  lakukan.  Aku  kesal  karena  dia  hobi  sekali
          menyuruhku.

          “Fuck!” umpatku dalam hati.
          Aku  menarik  napas  dalam,  berusaha  mengingat  bahwa  tujuan

          kami adalah bersenang-senang. Aku kembali menurunkan egoku

          dan segera menuruti perintahnya.  Aku berjalan  ke  petugas dan
          menanyakan  metode  pembayaran.  Aku  kembali  ke  Farras  dan

          meberitahunya bahwa pengisian bensin hanya bisa memakai cash.

          Kami  melanjutkan  perjalanan  untuk  mencari  SPBU  yang
          menerima pembayaran digital. Kami berdua adalah manusia yang

          jarang membawa uang cash    . Setelah memutar-mutar sedikit, kami

          menemukan  sebuah  SPBU  yang  terpampang  jelas  logo  QRIS  di
          bagian  kasirnya.  Drama  BBM  sudah  selesai,  kami  melanjutkan

          perjalanan.  Dia  memasangan  TWS  di  telinga  kananku,  dan  dia

          menyetel lagu yang dia buat karena dia tau setelah ini kami akan
          memasuki kawasan hutan selama 1 jam.

                 Drama  selanjutnya  adalah  mencari  ATM  mandiri  karena

          kami  adalah  2  manusia  cashless.  Sepanjang  perjalanan,  aku
          memperhatikan kanan kiri jalan untuk mencari ATM dan tidak ada

          satupun, sedangkan ATM BCA ku hanya tersisa uang Rp 25.000,


                                                                        151
   146   147   148   149   150   151   152   153   154   155   156