Page 154 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 154

roti bakar dan segelas susu jahe, sedangkan dia energen vanila dan

          popmie. Dengan excited dia mengucapkan

          “bagaimana? Bagus kan? Disini enaknya makan popmie. Makan
          popmie dipuncak itu beda rasanya” , kata Farras dengan senyum

          sumringah.
          Ingin  aku  meneriakinya,  kita  jauh-jauh  dari  Jakarta  ke  Bogor

          dengan  4  jam  perjalanan  hanya  untuk  makan  popmie  1  cup

          berdua? Ya dia hanya memesan popmie 1 cup, are u kidding bro?
          dia selalu berhasil membuatku kesal !


          Aku  menatapnya.  Kemudian  menatap  popmie di  depanku.
          Kemudian  menatap  pemandangan  lampu  remang-remang  yang
          dikelilingi kabut. OMG, aku makin kesal dibuatnya.

                 Inilah kenyataan malam minggu yang kuharapkan. Bukan

                                               ,

          kafe  berkelas  dengan  live  music bukan  dinner romantis,
          melainkan duduk di warung tenda, memakan popmie        yang sudah
          sering  kumakan  di  rumah,  dengan  gelas  jahe  susu  yang

          menghangatkan tenggorokan, di tempat yang aku tempuh selama
          empat jam penuh drama. Sebuah city light     yang sama sekali tak

          sebanding dengan waktu dan emosi yang kukorbankan.

                 Aku  hanya  bisa  menghela  napas,  menyendokkan  sesuap
          popmie ke  mulut.  Dia  mencoba  menyuapiku  saat  melihatku

          menggigil  kedinginan  tapi  aku  menolaknya  karena  juju  raku


                                                                        154
   149   150   151   152   153   154   155   156   157   158   159