Page 264 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 264
Meski mesin motor mulai melaju, egoku masih tertinggal di
atas. Aku masih kesal. Pikirku, dia jarang sekali mengajakku
bersenang-senang. Sekalinya keluar, agendanya selalu soal
renovasi atau mencari furnitur rumah. Seolah-olah aku ini asisten
proyeknya, bukan kekasihnya. Ah, sudahlah.
Di sepanjang jalan, ia berusaha mencairkan suasana.
"Mau makan apa? Meatball?" tanyanya lembut. Aku hanya
menggeleng, membuang muka. Ia kemudian memutuskan untuk
membawa kami ke AEON Mall untuk mencari makan. Di sepanjang
jalan dia merengek agar aku memeluknya, dia menarik tanganku
namun aku tepis.
Sesampainya di sana, kami melangkah menuju lantai dua. Di
sana, deretan koleksi baju Imlek yang berwarna merah menyala
menyambut mata. Farras sempat melihat-lihat, mencari sesuatu
yang cocok untuk perayaan imlek nanti, namun tak ada yang
memikat hatinya. Usai menunaikan salat Dzuhur di mushalla, kami
kembali fokus pada perut yang mulai keroncongan.
Setibanya area food court , aroma masakan Jepang
mendominasi. Mataku berbinar saat melihat gerai sushi yang
menu-menunya persis seperti yang pernah kubeli di Central Park.
Mood-ku yang tadinya mendung mendadak cerah seketika. "Aku
mau sushi!" seruku pada Farras.
264

