Page 266 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 266

dengan putaran bianglala. Gerimis tipis sempat turun membasahi

          bumi, memaksa kami untuk sejenak kembali berlindung ke dalam

          mall.
               Karena  masih  satu  kawasan,  kami  memutuskan  untuk

          berjalan kaki menuju IKEA. Di sepanjang jalan, kami bercanda dan
          tertawa.

          "Hanya  sama  kamu  aja  aku  terlihat  seperti  perempuan  yang

          mudah didapatkan,"   candaku padanya.
          Ia tertawa, lalu mengeluarkan sebatang rokok. Aku melarangnya,

          namun ia tetap menyulutnya.

          "Menjauh sedikit biar nggak kena asapnya,"   katanya sambil terus
          melangkah.

          Aku  berpura-pura  menjauh  dan  meninggalkannya,  namun  ia

          segera  mengejarku,  memohon  waktu  sebentar  saja  untuk
          menghabiskan rokoknya.

               IKEA menyambut kami dengan inspirasi yang tak terbatas.

          Ruang tamu berkonsep minimalis adalah hal pertama yang kami
          kagumi. Namun, mata Farras tertambat pada sebuah kitchen set

          yang menurutnya sangat sempurna. Tanpa pikir panjang, ia bilang

          akan membelinya saat bonus Rp30 jutanya turun di bulan Maret
          nanti.  Bagiku,  desainnya  biasa  saja,  tapi  aku  memilih  diam.

          Bagaimanapun,  itu  rumahnya,  dia  yang  punya  hak.  Ia  bahkan


                                                                        266
   261   262   263   264   265   266   267   268   269   270   271