Page 263 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 263
bersiap sejak jam 9 pagi, bahkan sudah menyempatkan potong
rambut hanya demi terlihat rapi di depanku. Dia bersikeras akan
tetap datang saat itu juga.
Pukul 11 siang, sebuah panggilan masuk. Sengaja tak
kuangkat. Lalu sebuah pesan menyusul: dia sudah ada di depan
kost. Aku membiarkannya, membiarkan dia menunggu di teras
bawah tanpa balasan pesan dariku. Pukul 11.16 WIB, dia
menelepon lagi, hanya selisih dua menit dari pesan terakhirnya
yang tak kugubris.
"Aku tungguin sampe kamu pulang jalan sama cowo lain," tulisnya,
dingin dan sarat akan kecurigaan. Aku menghela napas panjang,
tak habis pikir mengapa pikirannya selalu lari ke sana.
“Kok bisa kamu jalan sama cowo lain hanya karena aku telat satu
jam?” , tambahnya. Padahal, sejak kami menjalin kasih, tak pernah
sekalipun aku bermain api. Namun, tuduhan selingkuh seolah
menjadi hiasan rutin dalam dinamika kami. Dengan langkah
setengah malas, aku akhirnya turun. Begitu pintu terbuka dan
matanya menangkap sosokku, kemarahan yang tadinya mungkin
ia pendam seolah menguap. Ia berdiri dari kursi teras dan
menyambutku dengan senyuman khasnya, seolah tak ada
ketegangan di antara kami sebelumnya. Beruntung, siang itu awan
sedang berbaik hati menutupi matahari.
263

