Page 258 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 258
Aku menghela napas, jemariku menari lincah di atas keyboard.
"Gerd-ku udah parah, makanya aku bilang kalo mau ajak makan
tanya dulu. Ngga semua makanan bisa ditolerir oleh tubuhku".
Permintaan maaf darinya datang tidak lama kemudian, tulus dan
penuh janji.
”Maaf ya, kan sebelumnya aku bilang mau ajak kamu makan empal
gentong dan aku pikir kamu bakalan suka”
Dia bilang, minggu depan dia akan membawaku ke AEON dan
IKEA sebagai penebus salah. Aku hanya bisa menggerutu pelan
dalam hati, 'Kenapa harus pusat perbelanjaan lagi? Tidak adakah
tempat hiburan atau taman bermain yang lebih seru?'”, namun aku
memilih untuk menyimpannya sendiri.
Belum sempat aku beristirahat, sebuah pesan kembali
masuk. Dia bersikeras ingin pulang kantor lebih cepat hanya untuk
menemuiku. Aku sempat menolak, merasa tubuhku masih butuh
rebahan lebih lama, tapi keras kepalanya selalu menang. Dia tetap
ingin datang.
Pukul 17.21, sebuah pesan singkat memberi tahu bahwa dia
sudah dalam perjalanan. Benar saja, sejam kemudian, sosoknya
sudah berdiri di depan gerbang kost. Kami membelah jalanan sore
menuju arah BKT, membiarkan angin menerpa wajah di atas
motornya yang melaju stabil.
258

