Page 255 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 255
jam yang melelahkan, riasan wajah yang penuh effort , semuanya
hanya berakhir di pinggiran jalan BKT. Ia berhenti di penjual kue
balok, bertanya apakah aku atau Kak Retha ingin titip sesuatu. Aku
menunggu di seberang jalan, menahan tangis yang sudah
mendesak di pelupuk mata. Emosiku sudah di ubun-ubun.
Pukul 17.00 WIB, kami tiba di kost. Bayangkan, persiapanku
dua jam, tapi kami hanya pergi satu jam ke tempat yang sama
sekali tidak istimewa. Tanpa sepatah kata, aku turun dan hendak
langsung masuk tanpa menyalami tangannya. Ia menahan
lenganku.
"Kamu kenapa, Gin? Tiba-tiba bete gini? Aku tau ini ngga perfect,
aku juga bingung mau mengajakmu ke mana," ucapnya dengan
nada yang mulai meninggi. Aku tadi sudah bilang ke Hutan GBK!
teriakku dalam hati, namun lidahku kelu karena amarah.
Ia menyodorkan sekotak kue balok. Awalnya kutolak, namun
melihatnya ikut kesal, akhirnya kuambil juga kue itu dan aku
berlari masuk.
"Lho, kok udah pulang? Cepat banget?" tanya Popay saat aku
menyelinap masuk. Aku merasa malu luar biasa. Keluar hanya
sebentar dan pulang dengan wajah semrawut. Meski sebenarnya
aku tahu Farras jarang mengajakku pergi lama, tapi hari ini terasa
sangat keterlaluan.
255

