Page 254 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 254

waktu bersamanya. Saat keinginanku tidak diindahkan olehnya,

          aku kembali diam sepanjang jalan.

               Motor terus melaju kea rah timur. Entah mengapa, suasana
          sedikit mencair saat ia mulai meledek jerawat di wajahku yang

          sedang  meradang  hebat.  Benjolan  itu  memang  tak  mampu

          disembunyikan  oleh  cushion paling  mahal  sekalipun,  tapi
          ledekannya  justru  menambah  daftar  kekesalanku.  Saat  ia

          mengantre bensin di SPBU, aku berjalan menjauh, ingin mencari
          ruang  untuk  bernapas.  Begitu  selesai,  ia  sengaja  melewatiku

          seolah menggodaku dan aku berbalik arah ikut menjauh. Saat dia

          tau, dia membelokkan motornya kembali ke arahku. Orang-orang
          di sekitar menertawakan kami,  dan Farras justru tertawa  lebar

          menganggapnya lucu. Aku kesal, namun melihatnya tertawa aku

          ikut senang.
               Kemarahan itu mencapai puncaknya saat aku melihat papan

          penunjuk jalan bertuliskan "Bekasi".

          "Kok ke Bekasi?!"  teriakku kesal.
          "Kenapa  sih  beb,  kamu  kayak  benci  banget  sama  Bekasi?"

          tanyanya heran sambil cengengesan.

          "Pulang aja dah!"  tegasku. Sabarku sudah di ambang batas.
          Namun, motor justru berbelok ke arah yang sangat kukenal: BKT.

          Hatiku  mencelos.  Hari  Minggu  yang  kunantikan,  persiapan  dua


                                                                        254
   249   250   251   252   253   254   255   256   257   258   259