Page 253 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 253
kenangan masa magangku di BPOM, area Percetakan Negara 5. Ia
bertanya apakah kostku dulu dekat rel kereta, dan aku hanya
mengangguk singkat.
"Mana kostnya, beb?" tanyanya saat kami berputar-putar.
"Lupa, udah lama banget," jawabku dingin. Aku benar-benar
kehilangan gairah untuk bercerita.
Akhirnya, motor berhenti di kedai sup kaki sapi itu. Ia memesan
dengan penuh semangat, sementara aku menolak keras untuk
makan.
"Nasinya dua, ya? Coba dikit aja, ini empal gentongnya Jakarta,
enak beb" bujuknya terus.
Aku tetap bergeming dalam diam yang pekat. Ia terus memaksa
hingga akhirnya aku mencicipi sedikit kuahnya hanya agar ia diam,
namun seleraku sudah mati. Setelah ia selesai, ia bertanya, "Kamu
mau makan apa?"
"Ngga usah, ngga laper," jawabku singkat. Nafsu makanku sudah
terkubur bersama rasa kecewa.
Perjalanan pulang dimulai menuju arah timur. Sebelumnya
dia bertanya mau kemana dan pada saat aku bilang ke lapangam
GBK dia hanya diam. Maksudku adalah, dia tidak perlu
membawaku ke tempat mahal. Aku hanya ingin menghabiskan
253

