Page 251 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 251

saja, aku sudah bersiap sejak fajar menyingsing, bahkan dengan

          bangga  memamerkan  rencana  ini  pada  teman-temanku.  Kini,

          semua itu hanya menjadi wacana usang yang tak bermakna.

          "Ngga usah jadi sekalian!" balasku ketus, suasana hatiku sudah
          hancur  lebur.  Namun,  ia  bersikeras  bahwa  orang  tuanya  akan
          segera sampai. Di tengah kemelut rasa kesal, teman-teman kostku

          berkumpul  di kamar, memecah sepi dengan karaoke sederhana

          dari speaker kecilku. Popay, yang memang mahir memulas wajah
          dan bercita-cita menjadi MUA, melihat gurat mendung di wajahku.

          Ia mengajakku bermain make-up     , sebuah tawaran yang awalnya

          kutolak karena aku memang tak pandai bersolek.
          "Aku mau pergi sama ayang,"   kataku beralasan.

          "Justru itu biar cantik pas ketemu ayang",  sahutnya meyakinkan.

          Maka, dimulailah ritual persiapan itu. Pukul 14.30, aku membasuh
          diri dan membiarkan Popay menyulap wajahku. Ia dengan telaten


          melukis alisku dan memberikan sentuhan  contour yang presisi.
          Aku merasa begitu berdedikasi hari ini. Aku mengenakan  short

          pants warna cappucino, kaos putih polos, dan dibalut oversized
          Korean cardigan  berwarna broken white    dengan aksen bunga 3D

          yang manis. Aku merasa cantik, dan aku ingin Farras melihat itu.
          Namun, ketenangan di kamarku  terusik. Teman-temanku masih

          betah berdiam di sana, bahkan Kak Retha pun bergabung.  "Aku


                                                                        251
   246   247   248   249   250   251   252   253   254   255   256