Page 247 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 247

BAB 46 :  VALIDASI SANG EPITOME


             23 Januari 2026: Antara Rinitis dan Romantis


               Beberapa  hari  terakhir  ini,  langit  Jakarta  sedang  gemar

          bersandiwara. Cuacanya begitu ekstrem, seolah kehilangan poros
          ringannya.  Pada  satu  waktu,  sang  surya  bisa  membakar  aspal

          dengan  begitu  jahanam,  namun  beberapa  jam  kemudian,  langit

          biru itu tiba-tiba runtuh menjadi badai kelabu yang mencekam.
               Perubahan suhu yang drastis ini adalah musuh bebuyutan

          bagi tubuhku. Alergiku kambuh hebat. Sebagai seorang penyintas

          rinitis alergi, ketidakstabilan musim seperti ini laksana kutukan.
          Perlahan  namun  pasti,  tubuhku  mulai  dirayapi  rasa  gatal  yang

          menyiksa,  rongga  dadaku  menyempit  meninggalkan  sisa  napas
          yang  sesak,  dan  hidungku  tersumbat  total.  Puncaknya,  duniaku

          mendadak  kehilangan rasa dan aroma,  aku terlempar ke dalam

          hampa karena serangan ageusia    dan anosmia  .
               Di tengah kepayahan itu, aku meraih ponsel, mencari satu

          nama yang kuharap bisa menjadi penawar.
          "Beb pulang jam berapa? Kalo pulang cepet nitip cetirizine ya,"

          tulisku, mengirimkan sebaris pesan singkat pada Farras.

               Tak  butuh  waktu  lama,  layarku  berkedip  menampilkan
          balasan darinya.



                                                                        247
   242   243   244   245   246   247   248   249   250   251   252