Page 243 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 243

BAB 45 :  DISKORDINASI TAKDIR


             20 Januari 2026: Vonis Mati dalam Rekaman Sunyi


               Langit hari itu tak menyuguhkan rona yang istimewa. Hanya

          abu-abu  rutinitas  yang  menelan  jam  demi  jamku.  Berangkat
          menyapa pagi, bergumul dengan pekerjaan, lalu pulang dijemput

          senja. Semua berjalan dalam ritme yang teramat monoton. Tak ada

          binar mata Farras yang menyapaku hari ini. Hampa, persis seperti
          ruang kosong yang tak sempat terisi.

               Tepat ketika jarum jam menunjuk angka lima sore, dering

          gawai  memecah  keheningan.  Suara  bariton  yang  selalu
          kurindukan  itu  mengalun  dari  seberang,  membawa  sepotong

          kabar dari kawasan Tambun. Farras bercerita bahwa ia baru saja
          menunaikan     empati,    menjenguk      rekan    kerjanya   yang

          kediamannya tengah dilahap air bah. Bersama sopir kantor yang

          mengangkut  buah  tangan,  ia  hadir  di  sana.  Namun,  saat  senja
          mulai turun, ia memilih membelah jalanan dengan kuda besinya

          sendiri,  beralasan  agar  langkah  pulangnya  lebih  ringkas  dan
          leluasa.

               Seperti hari-hari yang telah lewat, ia kembali merayu agar

          aku tetap berada di ujung sambungan. Ia ingin suaraku menjadi
          penawar  sepi  selagi  ia  menerabas  riuhnya  aspal  jalanan  dan



                                                                        243
   238   239   240   241   242   243   244   245   246   247   248