Page 240 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 240

Setelah  selesai  makan,  giliran  Farras  yang  berpamitan  untuk

          shalat.  Ketika  ia  kembali,  aku  melihat  pergelangan  tangannya

          masih kosong, jamnya belum ia pakai kembali. Inilah saatnya, aku
          menyodorkan kotak jam tangan yang telah kusimpan rapi.

          "Pakai ini aja, Beb,"  kataku lembut.
          Ia terkesiap. Matanya membelalak, nampak haru yang menyelinap

          di sana. "Eh, apa? Kok beliin ini? Ini beneran?"  tanyanya seolah tak

          percaya.  Aku  tahu  benar,  salah  satu  bahasa  cintanya  adalah
          menerima hadiah.

          "Aku pasang wallpaper fotoku ya, biar tiap kamu lihat jam, kamu

          ingat aku,"  imbuhku yang disambut senyum simpul darinya.
          Farras  segera  membereskan  pekerjaannya  dan  mulai  sibuk


          melakukan  sinkronisasi  smartband tersebut  dengan  aplikasi  di
          ponselnya. Aku mengiriminya foto selfie ku memakai hoodie Dino,
          aku memintanya untuk dijadikan facewatch      smartband yang aku

          berikan padanya.

          "Aku beliin ini sebelum kita pulang ke Cirebon kemarin, sebagai
          ucapan terima kasih udah nganterin aku ke Cirebon,"   jelasku.


          "Apaan sih," jawabnya singkat,  namun  konsentrasinya pada jam
          baru itu menunjukkan betapa ia menghargai pemberianku.
          Awalnya  kami  berencana  menuju  SCBD  karena  aku  sangat

          merindukan  city  view Jakarta  yang  gemerlap.  Namun,  karena


                                                                        240
   235   236   237   238   239   240   241   242   243   244   245