Page 235 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 235

BAB 44 : EPILOG DAHAGA SANG TUAN PUTRI


             16 Januari 2026: Menjemput Maghrib di Dekapan Pangeran


                 Hari  ini,  semburat  jingga  di  langit  Jakarta  terasa  lebih

          syahdu  dari  biasanya.  Di  balik  rasa  lapar  dan  dahaga  karena
          menjalankan ibadah puasa sunah, ada secercah kebahagiaan yang

          meluap-luap  dalam  dadaku.  Semua  bermula  dari  rengekan

          manjaku  semalam.  Aku  begitu  mendambakan  manisnya  kue
          pancong di bilangan Duren Sawit dan Farras, pria yang kusebut

          sebagai  episode  terbaik  dalam  hidupku  akhirnya  luluh  dan

          berjanji akan menuruti permintaan kekanak-kanakanku itu.
                 Semakin hari, rasa sayang ini bertumbuh menjadi sesuatu

          yang  tak  terkendali.  Di  hadapannya,  aku  tak  lagi  malu
          menunjukkan sisi childish-ku yang jarang dilihat orang lain. Aku

          merasa begitu utuh dicintai oleh lelaki sesempurna dia. Bahkan,

          frekuensi  ibadahku  meningkat  drastis,  sujudku  lebih  lama  dan
          doaku lebih panjang, semata-mata sebagai wujud syukur yang tak

          terhingga karena Tuhan  telah menghadirkan sosok "Papi Azell"
          dalam garis takdirku.

          "Nanti sore pancong ya, Beb,"  bunyi sebuah pesan singkat darinya

          yang membuat lengkung senyumku tak kunjung pudar.
          "Aku puasa,"  balasku singkat, menggoda perhatiannya.



                                                                        235
   230   231   232   233   234   235   236   237   238   239   240