Page 232 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 232
BAB 43 : NASI UDUK
11 Januari 2026: Asmaraloka Singkat di Akhir Pekan
Minggu pagi menyapa dengan sunyi yang merayap di sudut-
sudut kamar kostku. Sejujurnya, aku terjebak dalam sebuah
penantian yang tak pasti, menatap layar ponsel yang masih
membisu. Ada keinginan besar untuk menyesap udara luar,
mencari keramaian di tengah kota, namun ego ini terlalu besar.
Aku tak ingin melangkah jika bukan bersama Farras. Bagiku,
Jakarta di hari Minggu hanya akan terasa hidup jika Farras ada di
sisiku. Namun, hingga matahari mulai tergelincir, tanda-tanda
kehadirannya masih nihil.
Waktu menunjukkan pukul 18.20 WIB saat sebuah pesan
masuk memecah keheningan. Farras mengajakku keluar.
Bukannya senang, rasa kesal justru membuncah di dadaku.
"Kalau niat mengajak main, harusnya dari pagi," balasku ketus,
mencoba menegaskan kekecewaanku.
"Aku pun maunya begitu, tapi hari ini keluargaku kumpul semua.
Baru bisa lepas sekarang," jawabnya, mencoba memberi
pengertian.
Meski aku berkali-kali menolak dan menunjukkan sikap dingin, ia
seolah tak peduli. Laki-laki itu tetap memacu kendaraannya dari
232

