Page 229 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 229
yang berbeda. "Keuangan setiap orang punya ceritanya sendiri, Ko.
Kita nggak pernah tahu, mungkin mereka punya tanggung jawab
besar untuk membiayai keluarga di kampung." Farras terdiam
sejenak, lalu mengangguk kecil, menyetujui logikaku yang lebih
manusiawi.
Laju motor melambat di depan sebuah gerobak pinggir jalan.
"Serius, kita makan di sini?" pikirku dalam hati.
Sebenarnya, aku tidak keberatan makan di pinggir jalan, asalkan
ada tenda dan meja, setidaknya itu standar yang biasa kujalani. Ini
adalah pengalaman pertama bagiku, sebuah kontras yang tajam
jika dibandingkan dengan para mantan atau pria yang pernah
mendekatiku sebelumnya, yang selalu berlomba-lomba
membawaku ke kafe estetik atau restoran mahal.
Saat aku menolak tawaran pertamanya, ia justru
menawarkan gerobak lain yang tak jauh berbeda. Akhirnya, aku
menyerah pada keadaan dan memilih menu yang paling aman.
Aku memesan kwetiau, sementara ia memilih nasi goreng. Selagi
menunggu pesanan diolah di atas wajan panas, kami berjalan
menuju taman kecil di dekat sana. Di sanalah dunianya seolah
berpijak. Taman itu penuh dengan kucing, makhluk yang begitu ia
puja. Farras meninggalkanku duduk sendirian sejenak untuk
membeli minum. Sekitar sepuluh menit kemudian, ia kembali
229

