Page 234 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 234

Aku mendambakan waktu yang berkualitas sejak mentari terbit,

          menghabiskan jam demi jam bersamanya untuk bercerita banyak

          hal. Namun kenyataannya, sepertinya raga pria itu sudah terlalu
          'jompo' untuk sekadar menemaniku lebih lama. Ia selalu datang

          saat  senja  telah  lewat  dan  dalam  satu  atau  dua  jam,  ia  sudah
          mengantarkanku  kembali  ke  depan  pintu  kost.  Singkat,  namun

          entah  mengapa,  kehadirannya  tetap  menjadi  satu-satunya  yang

          kutunggu.




























                                                                        234
   229   230   231   232   233   234   235   236   237   238   239