Page 236 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 236
"Yaudah, nanti jam 5 abis kamu ngampus, kita cari tempat buat
kamu buka puasa ya, Beb," balasnya lagi dengan penuh pengertian.
Ia memang tidak pernah absen untuk menyempatkan waktu
menemaniku berbuka, seolah memastikan aku tak pernah merasa
sendirian saat membatalkan dahaga.
Begitu urusan kampus selesai, aku langsung bersiap
dengan semangat yang meluap. Aku telah menyiapkan sebuah
kejutan kecil, yaitu sebuah smartband jam tangan couple yang
sengaja kubeli sebelum kepulangan kami ke Cirebon Desember
lalu. Hari ini adalah waktu yang tepat untuk memberikannya
kepada sang pangeran. Tak lama, deru motornya terdengar dan
aku menyambutnya dengan binar mata yang sulit disembunyikan.
Namun, perjalanan sore itu tidak semulus bayanganku. Motor
melaju menjauh dari kost, dan ketika aku sadar dia membawaku
kembali ke arah Bekasi, aku sempat melayangkan protes hingga ia
akhirnya memutar arah kembali ke Jakarta. Tak disangka, langit
tiba-tiba menumpahkan tangisnya. Hujan turun begitu deras
tanpa permintaan maaf, memaksa kami menepi di depan sebuah
Alfamart.
Kekesalan mulai merayap di hatiku. Keadaan menjadi
semakin buruk ketika tanpa sengaja, aku merusak gantungan tas
miliknya. Farras terlihat marah, dan kejengkelan itu menusuk
236

