Page 231 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 231
inginkan seringkali luput dari perhatiannya. Main pun paling jauh
hanya ke PIK dan itupun sekali, selebihnya hanyalah makan
singkat yang berakhir cepat. Namun, di atas motor yang melaju
membelah angin malam, semua keluh itu sejenak menguap. Aku
memeluk punggungnya erat, merasakan kehangatan tubuh pria
yang paling aku sayang. Ada rasa nyaman yang tidak bisa dibeli
dengan kemewahan kafe manapun.
Sesampainya di kost, aku mengiriminya pesan singkat,
berterima kasih untuk malam ini. Ia membalas dengan manis,
mengatakan bahwa ia senang bisa melihat kucing-kucing itu
bersamaku. Ia bahkan berjanji akan mengajakku ke taman itu lagi
lain kali. Aku hanya bisa tersenyum kecut membaca pesannya. Dia
lupa satu hal: aku sama sekali tidak menyukai hewan. Namun demi
dia, barangkali aku akan tetap duduk di taman itu lagi, menopang
piring makanan di tengah kerumunan kucing yang ia cintai.
231

