Page 241 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 241
proses pengaturan jam memakan waktu cukup lama dan malam
kian larut, ia memutuskan untuk mengarahkan motor menuju
arah pulang.
"Kok ke arah pulang? Katanya ke SCBD?" tanyaku dengan nada
kecewa yang tak bisa ditutupi.
"Masih banyak waktu. Minggu depan ya? Oke?" bujuknya lembut.
Aku hanya bisa mengiyakan. Aku tak ingin ia kelelahan karena
perjalanan ke rumahnya pun masih sangat jauh. Bagiku, kenyataan
bahwa ia menemaniku berbuka puasa dan membawaku
berkeliling Jakarta menikmati lampu kota, meski tak seindah
SCBD sudah lebih dari cukup.
Di atas motor, dalam dekapan angin malam, rasanya aku
ingin menghentikan waktu. Aku tidak mau berpisah dengannya
malam ini. Namun, jalan menuju kostku semakin dekat. Kesedihan
kecil mulai merayap saat ia menghentikan motornya dan
berpamitan pulang. Sesampainya di rumah, sebuah pesan masuk
menghangatkan ponselku. "Beb, bagus banget jamnya."
"Bagus dong, sesuai harganya. Jam kita kembaran, yay! Dipakai
ya!" balasku penuh antusias.
"Iya dong," jawabnya singkat namun pasti.
Aku merebahkan diri dengan hati yang penuh bunga. Hari
ini luar biasa. Di dalam gelap kamar, aku membisikkan satu doa
241

