Page 246 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 246
Saat jemariku menghentikan rekaman itu, rasa dingin
menjalar di tengkukku. Aku baru menyadari sebuah kenyataan
yang ironis dan mengiris hati. Kalimat-kalimat yang kuucapkan
dengan penuh keangkuhan sore itu, tak ubahnya sebuah vonis
mati bagi Farras. Di balik laju motornya yang membelah angin, ia
tengah memeluk sebuah rahasia besar yang menyiksa. Ia diam-
diam menyembunyikan statusnya sebagai seorang duda. Dan
percakapan di penghujung Februari itu adalah palu godam yang
menghancurkan segala harapannya padaku, tepat sebelum
kebenaran yang teramat pahit itu akhirnya meledak dan
meluluhlantakkan kami di awal bulan Maret.
246

