Page 248 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 248
"Oke sayang, puyer atau tablet? Ada di apotek kan?"
Aku mengerjapkan mata, sedikit tertegun. Tumben sekali dia
memanggilku sayang . Di tengah hidung yang mampet dan kepala
yang pening, sisi jenakaku malah bergejolak.
"Di megabaja," jawabku asal, menyebut nama toko material alih-
alih toko obat.
Farras tampaknya tidak menangkap sarkasme ringanku,
atau mungkin dia terlalu khawatir.
"Itu obat generik kan? Siapa tau ngga ada di apotek," balasnya
polos.
Aku tersenyum tipis menatap layar. Sejujurnya, jika aku mau
memaksakan diri, aku bisa saja melangkah keluar atau sekadar
memesannya lewat aplikasi ojek online. Namun sore itu, ada ego
wanita yang ingin kumanjakan. Aku ingin memposisikan Farras
sebagai pahlawan kecilku, sosok yang bisa kuandalkan di kala
rapuh. Lagipula, aku tahu betul bagaimana sifatnya, Farras adalah
tipe pria yang memendam binar bahagia jika pasangannya
menunjukkan sedikit ketergantungan padanya.
Sayangnya, semesta punya rencana lain untuk sore kami.
Sebuah pesan masuk kembali dari Farras, kali ini nadanya sarat
akan penyesalan. Dia mengabarkan bahwa dia tidak bisa pulang
cepat karena ada meeting mendadak yang tak bisa ditinggal.
248

