Page 250 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 250

BAB 47 : MANIFESTASI DWELLING       YANG TERDISTORSI


             25 Januari 2026: Simfoni Sup Kaki Sapi dan Kue Balok


               Minggu pagi menyapa dengan semburat cahaya yang seolah

          menjanjikan kebahagiaan. Hatiku bersorak, melantunkan melodi
          kecil tentang rencana yang sudah tersusun rapi: bertemu Farras

          dan  mengunjungi  masa  depan  kami  di  Harapan  Indah.  Rumah

          baru itu, bagi kacamata rinduku adalah muara dari segala peluh
          yang kami lalui. Namun, tepat pukul tujuh pagi, sebuah panggilan

          telepon  memecah  keheningan.  Farras  mengabarkan  bahwa

          semesta  sedang  tidak  berpihak  pada  logistik  kami,  mobilnya
          dipakai sang ayah, sementara mobil ayahnya pun sedang dibawa

          ibunya.
          "Jam sepuluh aku jalan ke tempatmu,"    ucapnya menjanjikan. Aku

          mencoba  berdamai  dengan  keadaan,  meski  riak  kecewa  mulai

          muncul.
               Waktu  merambat  pelan,  namun  jam  dinding  seolah

          mengejekku. Pukul dua belas siang, sebuah pesan singkat masuk
          bak petir di siang bolong. Rencana  ke  Harapan Indah menguap

          begitu  saja.  Ia  berkata  baru  bisa  berangkat  jam  tiga  sore  dan

          mengajakku  langsung  ke  AEON  karena  mobil  yang  dinanti  tak
          kunjung tiba.  Amarah mulai membuncah di dadaku. Bayangkan



                                                                        250
   245   246   247   248   249   250   251   252   253   254   255