Page 239 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 239
asem itu terlihat begitu menggoda, seolah memanggil-manggil
untuk segera dicicipi.
"Beb, aku shalat dulu ya," pamitku. Ia hanya mengangguk tanpa
melepas pandangannya dari layar laptop.
Saat aku kembali dari mushalla, langkahku terhenti.
Mataku terpaku pada sosok pria berkaos hitam yang tengah fokus
bekerja di sana. Dialah calon suamiku. Ia terlihat begitu tampan,
begitu kharismatik, hingga aku merasa jatuh cinta untuk yang
kesekian ribu kalinya. Bagiku, ia adalah pria tertampan yang
pernah kumiliki, bahkan pesona teman-temanku dari luar negeri
sekalipun tidak mampu mengungguli aura yang ia miliki.
Aku duduk di sampingnya, dan kami mulai menyantap
hidangan dengan lahap. Meskipun terkadang aku kesal karena
sikap diktatornya soal pilihan menu, tapi aku harus mengakui
bahwa seleranya tidak pernah salah. Makanan itu terasa luar biasa
nikmat.
“Eh jangan minta” , seruku saat Farras meminum es tehku
“Eh ini punyaku, kamu belum aku pesenin minum” , jawabnya.
Begitu mendengar itu aku langsung kesal, bagaimana bisa dia
tidak memesankanku minum, padahal sebelumnya aku bilang
mau es teh. Dia benar-benar lelaki yang sangat tidak peka.
239

