Page 256 - THE SERENDIPITY OF FIRST SIGHT BY GAMALIA15
P. 256

Malamnya, aku mengungsi ke kamar Popay. Kami memakan

          kue balok itu bersama. Sambil mengunyah, tangisku pecah. Aku

          menceritakan semua kekesalan hari ini, dan Popay justru tertawa
          terbahak-bahak.  Aku  baru  teringat,  pagi  tadi  Popay  memang

          mengidamkan sup kaki sapi, dan sorenya Farras membawaku ke
          sana. Selera mereka memang sama, bahkan sifat anxious Farras

          pun  sama  dengan  popay.  Aku  berpikir  mungkin  aku  saja  yang

          berada di frekuensi yang berbeda.
          "Sup  kaki  itu  enak,  tah!  Harusnya  kamu  bungkuskan  untukku,"

          seloroh Popay.

          "Lupa,"  jawabku pendek.
               Malam  semakin  larut  saat  Riri  dari  lantai  dua  bergabung.

          Kami  mulai  berbagi  cerita  acak,  menenggelamkan  duka  hari

          Mingguku  yang  kelabu.  Hingga  akhirnya,  rasa  lelah  menyergap,
          dan    aku    memutuskan       kembali    ke    kamarku     untuk

          mengistirahatkan hati yang letih oleh harapan.













                                                                        256
   251   252   253   254   255   256   257   258   259   260   261